USIA 18 TAHUN, USIA PALING MEMBINGUNGKAN?
Rasanya waktu berjalan dengan sangat cepat, sembari bumi berotasi,usiaku pun mulai mengikuti alur waktu. Tak sadar bahwa diri ini telah menginjak usia 18 tahun. kalian tahu? saat berada dalam usia ini gemelut pikiran ku pun bertambah, sekarang tak hanya masalah soal siapa lelaki tertampan atau brand fashion apa yang sedang uptodate saat ini. Rasa-rasanya masalah dan beban pikirku tak sesepele itu lagi tapi, bukankah itu tanda bahwa aku menuju ke gerbang kedewasaan? sebuah gerbang yang mengantarkan orang-orang pada pahit dan nyatanya kehidupan.Manis dan indahnya derai tawa. ooh itu candu baru bagi abad milenial.
Aku mulai disini, disaat usiaku telah 18 tahun. akan kujelaskan keanehan-keanaehan yang aku pikirkan.
1.Dulu aku tak peduli dengan ocehan orang
Dulu aku masa bodoh dengan nya. Namun, sekarang aku lebih memperhatikan pendapat orang. Berpikir apakah aku pantas dengan ini. Berpikir apakah aku sama dan sewarna dengan riuh nya orang-orang. Akankah warna yang kutonjolkan bisa membaur dengan masyarakat?
2.Dulu aku tak peduli dengan penampilan
Dulu aku tak peduli soal tata tubuh merawat wajah. Namun, sekarang aku dihadapkan oleh realita dimana masyarkat sekarang terbiasa dengan standar kecantikan nya. Memaksakan tanpa sadar seakan-akan membentuk sebuah ptorotas baru akan standar kecantikan. Aku pun mau tidak mau memaksakan diri untuk bergabung dalam lingkar standar tersebut. Namun lagi-lagi aku merasa merawat diri dan mempercantik diri ya manfaatnya untuk ku dan aku tak keberatan untuk itu.
3. Dulu pola pemikiran ku sempit
Kalian mungkin tahu sekarang sedang marak di twitter untuk sebutan open minded dan edgy. Aku rasa istilah itu sama seperti jaman, mengalami perubahan konotasi nya sampai makna penggunaan nya. Dahulu pola pikirku hanya sebatas A dan B, sangat sempit untuk mengkotak-kotakan hal-hal yang sifat nya terlalu universal dan kompleks. Maka aku pun mulai banyak membaca, mulai memperbaiki pola pikir dan berbenah. Sekarang aku mulai mencoba untuk mengkaji masalah dari segala sisi. Dulu, aku hanya berpikir soal menu baru kfc apa yang akan kita makan atau mau pergi kemana kita hari ini. Batasan pembicaraan dengan teman pun hanya seputar itu-itu saja, tak ayal pola pikir ku sempit. Sekarang aku mencoba membangun prespektif sebanyak mungkin. berbicara seputar hak asasi manusia, berbicara soal keputusan dpr dan lain-lain. Menjadi manusia yang memanusiakan manusia dan memahami yang lain.
"Bukan berarti kita baik-baik saja maka Dunia juga baik-baik saja" -- Partohaps,2019
Aku rasa untuk sekarang keanehan yang aku alami di umur 18 cukup disini dulu.


Komentar
Posting Komentar